Memaksimalkan Jangkauan Nada

Memaksimalkan Jangkauan Nada untuk Dekade Sekarang (Head Voice)

Bicara melebarkan jangkauan nada bukan sekedar menyambung chest voice dan head voice .
Hal ini sudah dilakukan sejak lama dan dikembangkan oleh old italian school dengan bel canto singing / technique yang terkenal dengan appoggio, open throat dan diaphragm support, dimana terjadi pemisahan klasifikasi vokal seperti contralto, alto, mezzosopran dan sopran bagi wanita dan bagi pria yaitu bass, bariton dan tenor.

Bila ada pendekatan dari suatu metode yang mengaku bisa melebarkan jangkauan nada, tetapi hanya sekedar menyambung antara chest voice dan head voice, sementara di head register masih berkutat dengan pemisahan klasifikasi vokal tadi, maka jangkauan nada belumlah tereksplorasi dengan maksimal dan sebenarnya itu hanyalah bentuk penegasan dari metode sebelumnya yang sudah ada sekitar dua abad lalu.

Bicara tentang melebarkan jangkauan nada untuk dekade ini, seharusnya membicarakan bagaimana melebarkan head voice itu sendiri atau menambah area dari head register sampai pada high end/top end, bahkan akan lebih menggigit bila bisa mencapai whistle register.

Banyak pendapat yang menyatakan bahwa tidak perlu melebarkan jangkauan nada, karena dengan kemampuan yang sekarang karya kita sudah bisa diterima.
Saya akan bertanya, “Bagi kalian penyanyi paduan suara atau penyanyi klasik dengan jangkauan nada alto, contralto dan bass, apa benar di hati kecilmu, kamu hanya akan mengakhiri karir nyanyimu hanya dengan bernyanyi dalam sebuah kelompok paduan suara? Tidak adakah keinginan untuk bersolo karir? Lalu, bagaimana menghadapi tantangan untuk menjadi seorang solois dalam dunia klasik dengan jangkauan nada yang sangat terbatas itu?”

Sementara, berdasarkan fakta terdapat 98% diva/divo klasik yang terkenal dan diterima oleh penikmat musik klasik, sebut saja Sarah Brightman (sopran), Charlotte Church (sopran), Luciano Pavarotti (tenor) adalah mereka dengan vocal range yang lebar.

Bagi penyanyi musik kontemporer, memiliki suara yang unik/khas adalah syarat mutlak untuk bisa lebih cepat diterima oleh penikmat musik. Sementara bicara tentang keunikan, diluar kita banyak sekali penyanyi dengan keunikan tersendiri seperti yang Anda miliki. Mau atau tidak mau, Anda masuk dalam kancah persaingan yang tidak ringan.
Sementara itu, seorang profesional dalam dunia tarik suara pasti akan mematok seluruh hidupnya untuk eksis dalam industri musik.

Bagaimana bisa eksis dan mempertahankan eksistensimu bila setiap hari, setiap bulan, setiap tahun bermunculan para bintang unik seperti Anda?
Maka, Anda harus memiliki peluru yang banyak untuk menghadapi persaingan itu.
Tingkatkan musikalitasmu dalam hal penguasaan teknik vokal yang baik, kemampuan berimprovisasi, pemahaman, interpretasi lagu, penguasaan panggung, bahasa tubuh, ekspresi muka dan juga melebarkan jangkauan nada, sehingga Anda bisa tampil beda.

Sebagai contoh, Agnes Monica yang tampil beda di tahun 2010 dengan single “Karena Ku Sanggup“ yang meng hit head voice sampai Eb6. Ada nuansa baru yang dibangun dalam lagu itu, lalu dilanjutkan dengan single “Rindu” yang hit sampai F6.
Mungkin ada yang berkata, “Ah bukan nada tingginya yang bagus, tapi nyanyinya.” Disini saya mau katakan, “Sama seperti Jeniffer Hudson dalam lagu “And I’m Telling You” atau lagu “O Holy Night” versi Mariah Carey, rasanya tidak lengkap kalau bagian unik yang tinggi harus dihilangkan. Seperti ada yang hilang dan itulah keunikan yang bertambah dari para penyanyi tersebut. Sehingga, setiap bicara tentang Mariah Carey, Jennifer Hudson atau Agnes Monica, maka orang akan berkata ”Waduh suara mereka tinggi sekali.”
Bila Anda seperti mereka, maka setiap berbicara “suara tinggi”, orang akan ingat Anda sebagai pemilik suara tinggi.

Yang bagus banyak, yang unik banyak, tapi yang bagus, unik sekaligus tinggi suaranya, sangat sedikit sekali. Anda akan menjadi salah satu yang terlengkap, bila Anda mendapatkan pelatihan yang benar.

Dengan lebarnya jangkauan nada (vocal range), maka Anda tidak akan ngos2an lagi bernyanyi di wilayah yang sebelumnya terasa tinggi. Semuanya terasa biasa saja. Enak bukan?

Di Kursus Vokal KBL dikembangkan metode “muscle coordination” dengan pendekatan fisiologis dan anatomis yang akan membuat penyanyi memahami tentang otot-otot apa yang berperan dan berkoordinasi, sehingga melebarkan jangkauan nada (vocal range) bukan lagi mimpi, tapi kenyataan yang tidak terlalu sukar untuk dicapai.

Kursus Vokal KBL berkantor pusat di Kelapa Gading (021) 45858903 – 04.
Terdapat cabang lain di Central Park, Taman Palem, Intercon, Permata Buana, Cibubur, Pantai Indah Kapuk, Pluit, Bintaro, Kemang, Bekasi, Gading Serpong, BSD.
Jangan ragu untuk segera mendaftar, berapapun usia serta apapun latar belakang Anda tidak jadi masalah.
Buktikan sendiri keampuhan metode KBL untuk memaksimalkan potensi Anda dalam bernyanyi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *